4 Dasar Berpikir Komputasional
1. Abstraksi
Abstraksi adalah metode menggeneralisasikan suatu masalah atau menyingkirkan yang tidak penting. Dengan demikian, lebih mudah untuk menemukan sebuah solusi.
Dalam ilmu komputer, abstraksi adalah ketika menampilkan atau merepresentasikan data secara simpel tanpa detail-detailnya.
Contoh abstraksi yang digunakan di dalam kehidupan sehari-hari misalnya Google Maps. Ketika zoom-out, hanya akan terlihat titik yang mewakili sebuah tempat.
Contoh lainnya adalah bahwa abstraksi mencoba menyembunyikan detail agar programmer dapat berfokus pada konsep tertentu saja pada satu waktu (ketika seseorang menggunakan komputer, ia tidak usah tahu ribet-ribetnya kerja komputer seperti komponen-komponennya yang membantu si orang menyelesaikan sesuatu).
2. Algoritma
Ketika berpikir komputasional, sebaiknya berpikir secara bertahap dan sistematis, supaya memudahkan proses pemecahan masalah. Cara ini disebut dengan algoritma. Tahap-tahap pada suatu algoritma membuat masalah dipecahkan menjadi apa yang harus dilakukan dahulu, kemudian, lalu hingga menyelesaikan masalah tersebut secara total.
Algoritma ada banyak contohnya dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya mengikuti resep membuat kue, belanja dengan memprioritaskan hal-hal yang penting dahulu, mencari buku dari ujung rak sampai ujungnya di akhir, mempertimbangkan apa yang ingin dipesan di restoran, dan lain sebagainya.
3. Dekomposisi
Dekomposisi adalah memecahkan sebuah masalah kompleks menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Dekomposisi bisa disebutkan sebagai mengatur data sehingga lebih mudah dicerna atau dilihat.
Contoh dekomposisi misalnya men-checklist tugas yang sudah diselesaikan, mengklasifikasikan murid-murid berdasarkan kelas mereka (database).
4. Pengenalan Pola
Pengenalan pola adalah cara komputer belajar mengenali pola tertentu dalam data. Ini mirip dengan cara kita belajar mengenali wajah seseorang atau mendengarkan suara teman kita.
Contohnya bisa seperti pengenalan wajah di ponsel pintar. Saat Anda mengajari ponsel Anda mengenali wajah Anda, ponsel tersebut mencatat pola-pola unik seperti bentuk mata, hidung, dan mulut Anda. Setelah dilatih, ponsel dapat mengenali wajah Anda ketika Anda ingin membuka kunci ponsel tersebut.
Dalam pengenalan pola, komputer menggunakan algoritma dan model untuk "belajar" pola-pola di dalam data, seperti gambar, suara, atau tulisan tangan. Setelah dilatih dengan cukup banyak contoh, sistem tersebut dapat mengenali dan mengklasifikasikan pola yang belum pernah dilihat sebelumnya.
Comments
Post a Comment