Mamaku
Mamaku lahir di Cirebon, 1 Juni 1980, tepat pada hari lahir Pancasila. Beliau merupakan anak keempat dari empat bersaudara. Waktu kecil, ia sering berpindah-pindah kota karena kakekku ditugaskan bekerja di tempat-tempat yang berbeda. Dari berbagai kota yang pernah ditinggali, kota favoritnya adalah Jakarta, karena sebagian besar teman-teman mamaku ada di situ. Alasan lainnya karena Jakarta adalah tempat berkumpulnya orang-orang dari berbagai macam latar belakang, sehingga kota itu menjadi tempat yang menarik dan tidak pernah membosankan.
Hobi mamaku adalah membaca buku, terutama buku cerita. Sejak umur 5, ia memiliki koleksi buku-buku cerita yang banyak sekali. Salah satu penulis yang paling disukainya adalah Enid Blyton, yang berasal dari Inggris. Ketika itu, mama sering menghabiskan berjam-jam duduk di atas atap coklat rumahnya dibawah kerindangan pohon, terhanyut dalam petualangan-petualangan seru di dalam buku-buku yang dibacanya.
Semasa bersekolah, mamaku rajin belajar dan sering mendapat ranking satu. Ia pun berhasil masuk ke sekolah-sekolah unggulan, hingga akhirnya kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, jurusan akutansi. Ketika papaku mendapat beasiswa ke AS, mama ikut dan diterima bekerja di sana di bagian keuangan karena pengalamannya bekerja di perusahaan Amerika di Jakarta. Sambil bekerja, mamaku membesarkan aku tanpa ditemani oleh keluarga ataupun saudara. Tetapi menurut ia, itu tidak menjadi masalah karena banyak temannya di sana yang baik hati dan menyenangkan.
Ketika papaku selesai kuliah dan bekerja di Amerika, kami sekeluarga pindah kembali ke Jakarta. Mamaku memutuskan untuk tidak bekerja lagi karena ingin menemani aku beradaptasi di lingkungan dan sekolah yang baru, yang bahasanya pun waktu itu belum begitu aku pahami. Mamaku selalu mendampingi aku di kegiatan-kegiatan sekolah dan juga berbagai aktifitasku.
Hingga saat ini pun, mamaku selalu hadir menemani aku dan adikku dalam setiap hal yang kami alami. Aku senang sekali karena tidak semua orang seberuntung aku, punya mama yang pintar, baik hati, dan selalu ada ketika aku perlukan. Terima kasih, Mama!
Comments
Post a Comment