Papaku

     Papaku dilahirkan di Sidikalang, Sumatera Utara, 43 tahun yang lalu. Ia merupakan anak kedua dari empat bersaudara. Ayahnya seorang tukang emas, sedangkan ibunya adalah seorang apoteker. Keluarga mereka sederhana, tetapi tetap bahagia. 

     Semasa sekolah, meskipun bandel, papaku selalu menjadi juara kelas. Ia selalu menjadi kesayangan para guru. Saat SMP, papaku aktif dalam kegiatan Pramuka. Sampai ia terpilih mengikuti jambore nasional di Cibubur, mewakili Sumatera Utara. Ia juga dipercaya untuk melatih anak-anak SMA pula, walaupun lebih muda dari mereka.

     Menjelang lulus SMP, papaku atas inisiatifnya sendiri mendaftarkan diri ke SMA Taruna Nusantara di Magelang, salah satu sekolah semi-militer yang terbaik dan terfavorit di Indonesia. Setelah melalui berbagai macam tes, seperti tes fisik, tes akademik, dan psikotes, papaku akhirnya diterima di sekolah tesebut. Dari ratus-ratusan pelamar dari Sumatera Utara, ia adalah salah satu dari 5 orang yang berhasil masuk.

     Setelah lulus SMA, papaku diterima di Fakultas Ekomoni Universitas Indonesia, jurusan akuntansi. Satu tahun kemudian, ia berpindah jurusan ke Ilmu Ekonomi. Di situ ia pernah diajar oleh Ibu Sri Mulyani Indrawati, yang sekarang menjadi Menteri Keuangan RI. Ketika kuliah, papaku juga aktif dalam berbagai kegiatan di kampus. Salah satunya, pengabdian masyarakat untuk membantu orang tidak mampu. 

     Setelah selesai kuliah, papaku melanjutkan S2 di Australian National University, lalu S3 di University of Kansas. Dari Kansas, kami sekeluarga pindah ke Waco, Texas karena papaku untuk sementara mengajar di sebuah universitas di sana.

     Tiga tahun kemudian, keluargaku pindah ke Indonesia. Di Jakarta, papaku bekerja di Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) FEBUI. Di sinilah papaku banyak menunjukkan kemahirannya dalam bidang keuangan dan makroekonomi. Klien-kliennya pun berbagai macam, mulai dari perusahaan-perusahaan ternama, hingga lembaga pemerintah. Papaku sering diwawancarai oleh TV Nasional, dimintai pendapatnya mengenai perekonomian Indonesia.

     Pada tahun 2019, jabatan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu menjadi kosong, karena Pak Suahasil Nazara dilantik menjadi Wakil Menteri. Salah satu senior papaku tiba-tiba mengusulkan beliau untuk melamar jabatan tersebut. Papaku awalnya ragu, karena usianya yang relatif sangat muda untuk itu. Tapi, akhirnya ia melamar juga. Tak disangka-sangka … papaku diterima! Kami menjadi sangat bangga. Ia dilantik menjadi Kepala BKF Kemenkeu pada tanggal 3 April 2020. Segera setelah dilantik, ia selalu bekerja tiap hari, dari pagi hingga larut malam. Tidak peduli hari kerja ataupun hari libur. Namun, karena pandemi, papaku banyak bekerja dari rumah, dan kami sangat senang, karena di sela-sela meeting, ia masih bisa mengobrol sebentar dan bercanda dengan kami.

     Beberapa hal yang papaku kerjakan antara lain program Pemulihan Ekonomi Nasional, Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Reformasi Perpajakan Nasional, dan berbagai program untuk membantu masyarakat kurang mampu. Setiap hari ia bekerja bersama Ibu Menteri Keuangan dan anak-anak buahnya yang berjumlah 500-an.

     Aku berharap dengan kerja kerasnya, papaku akan bisa membantu Indonesia menjadi lebih baik. Kami mendukungmu, Papa!






Comments

Popular posts from this blog

Kostum dan Glide - Fitur pada Scratch

Deskripsi Bagian Depan Rumah

Mamaku